Minggu, 20 Desember 2020

Deri Anggraini: Manusia, Antara Identitas dan Kontradiksi

Membaca tulisan Prof. Dr. Marsigit, M.A. berjudul Aturan yang tersaji di https://powermathematics.blogspot.com/2017/09/aturan.html, pembaca awam akan dibuat mengernyitkan dahi tentang definisi filosofis aturan. Aturan berkaitan dengan identitas (meliputi aturan identitas absolut dan aturan identitas relatif) juga kontradiksi. Prof. Marsigit menyebut identitas sebagai tepat sama. mengutip tulisan beliau “Identitas_ adalah _tepat sama_. Identitas itu ada di langit, turun hanya sampai hati dan pikiran manusia. Tiadalah ada yang bisa _tepat sama_ dengan dirinya sendiri kecuali Tuhan. Atau bisa engkau tepat sama dengan dirimu sendiri, tetapi hanya dimisalkan di pikiran”.

Bila kita membuka Kamus Filsafat, makna yang sama akan kita jumpai. Seperti yang disebutkan Lorens Bagus dalam Kamus Filsafat (2005:303-304) bahwa identitas (dalam bahasa Inggris identity dan dalam bahasa Latin idem yang berarti sama) memiliki tiga arti. Pertama, persis sama, suatu hubungan kesamaan atau kemiripan yang lengkap dan mutlak antara dua hal, serta mengacu pada identitas ketat. Kedua, bukan suatu hubungan kesamaan atau keserupaan antara dua hal, tetapi suatu hubungan arti yang tetap sama dalam penerapan kita dari hal itu, antara nama (tanda, symbol) suatu hal dan hal (benda) yang dinamakan. Ketiga, suatu hubungan kesamaan yang ada di antara (di dalam) nama-nama itu sendiri yang mengacu pada arti-arti atau hal-hal yang sama.

Beberapa pengertian Kontrakdiksi (Bagus, 2015:494): 1) pernyataan mana saja yang memang (dengan sendirinya) – menurut definisi logis – selalu salah, 2) pernyataan apa saja yang kesimpulan akhirnya kebenarannya salah, 3) negasi terhadap suatu pernyataan, 4) kategori yang menunjukkan sumber internal semua gerak dan perkembangan (yang bersifat eksternal).  Menurut Prof. Dr. Marsigit, M.A., kontradiksi itu domisilinya ada di kenyataan. Karena tidak ada kenyataan sama dengan diri sendiri, sebenar-benar kenyataan hidup adalah kontradiksi.

Ada dua macam aturan identitas dan kontradiksi. Ada dua macam aturan identitas yaitu aturan identitas absolut (milik Tuhan) dan aturan identitas relatif (pikiran manusia). Prof. Marsigit menyebut aturan identitas adalah pedoman hidup manusia, semua perintah Tuhan adalah aturan identitas absolut. Identitas berdomisili dalam kuasa Tuhan dan pikiran manusia (internal), sementara kontradiksi berdomisili dalam kenyataan (eksternal). Kesimpulan yang dapat ditarik tentang aturan adalah aturan yang berasal dari Tuhan  (semua perintah Tuhan) dan aturan yang dibuat manusia serta kenyataan yang ada. Pada kenyataannya, manusia seringkali bertindak tidak sesuai aturan identitas absolut dan relatif.

 

Deri Anggraini, NPM 20706261005, S3 Pendidikan Dasar, Universitas Negeri Yogyakarta  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deri Anggraini Bicara Tentang Aturan Emas

  Sering kita dengar kalimat bijak “Hargailah orang lain sebagaimana engkau ingin dihargai”. Sebuah kalimat yang mengandung pesan agar kita ...