Membaca
tulisan Prof. Dr. Marsigit, M.A. berjudul Aturan yang tersaji di https://powermathematics.blogspot.com/2017/09/aturan.html,
pembaca awam akan dibuat mengernyitkan dahi tentang definisi filosofis aturan. Aturan
berkaitan dengan identitas (meliputi aturan identitas absolut dan aturan
identitas relatif) juga kontradiksi. Prof. Marsigit menyebut identitas sebagai
tepat sama. mengutip tulisan beliau “Identitas_ adalah _tepat sama_. Identitas
itu ada di langit, turun hanya sampai hati dan pikiran manusia. Tiadalah ada
yang bisa _tepat sama_ dengan dirinya sendiri kecuali Tuhan. Atau bisa engkau
tepat sama dengan dirimu sendiri, tetapi hanya dimisalkan di pikiran”.
Bila
kita membuka Kamus Filsafat, makna yang sama akan kita jumpai. Seperti yang disebutkan
Lorens Bagus dalam Kamus Filsafat (2005:303-304) bahwa identitas (dalam bahasa
Inggris identity dan dalam bahasa
Latin idem yang berarti sama) memiliki
tiga arti. Pertama, persis sama, suatu hubungan kesamaan atau kemiripan yang
lengkap dan mutlak antara dua hal, serta mengacu pada identitas ketat. Kedua,
bukan suatu hubungan kesamaan atau keserupaan antara dua hal, tetapi suatu
hubungan arti yang tetap sama dalam penerapan kita dari hal itu, antara nama (tanda,
symbol) suatu hal dan hal (benda) yang dinamakan. Ketiga, suatu hubungan
kesamaan yang ada di antara (di dalam) nama-nama itu sendiri yang mengacu pada
arti-arti atau hal-hal yang sama.
Beberapa
pengertian Kontrakdiksi (Bagus, 2015:494): 1) pernyataan mana saja yang memang
(dengan sendirinya) – menurut definisi logis – selalu salah, 2) pernyataan apa
saja yang kesimpulan akhirnya kebenarannya salah, 3) negasi terhadap suatu
pernyataan, 4) kategori yang menunjukkan sumber internal semua gerak dan
perkembangan (yang bersifat eksternal). Menurut
Prof. Dr. Marsigit, M.A., kontradiksi itu domisilinya ada di kenyataan. Karena
tidak ada kenyataan sama dengan diri sendiri, sebenar-benar kenyataan hidup adalah
kontradiksi.
Ada
dua macam aturan identitas dan kontradiksi. Ada dua macam aturan identitas
yaitu aturan identitas absolut (milik Tuhan) dan aturan identitas relatif (pikiran
manusia). Prof. Marsigit menyebut aturan identitas adalah pedoman hidup
manusia, semua perintah Tuhan adalah aturan identitas absolut. Identitas berdomisili
dalam kuasa Tuhan dan pikiran manusia (internal), sementara kontradiksi
berdomisili dalam kenyataan (eksternal). Kesimpulan yang dapat ditarik tentang
aturan adalah aturan yang berasal dari Tuhan (semua perintah Tuhan) dan aturan yang dibuat
manusia serta kenyataan yang ada. Pada kenyataannya, manusia seringkali bertindak
tidak sesuai aturan identitas absolut dan relatif.
Deri Anggraini, NPM 20706261005, S3 Pendidikan Dasar, Universitas Negeri Yogyakarta